I. Contoh Kasus
Dalam sebuah perusahaan, mengalami perdebatan
karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan lain, mereka mencoba
memberikan argumentasi mereka atas produk yang akan di jual oleh perusahaan.
II. Teori
Organisasi adalah suatu unit sosial yang
dikoordinasikan secara sengaja, terdiri dari dua orang atau lebih yang
berfungsi pada suatu basis yang relatif bersinambung untuk mencapai tujuan atau
serangkaian tujuan. James L. Gibson, John. M. Ivancevich, James. H. Donelly Jr.
(1986) menyebutkan bahwa yang dimaksud perilaku organisasi adalah studi tentang
perilaku manusia, sikapnya dan hasil karyanya dalam lingkungan.
Tujuan Mempelajari Perilaku Keorganisasian yaitu :
1. Memahami
perilaku yang terjadi di dalam organisasi.
2. Meramalkan
kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi.
3. Mengendalikan
perilaku.
Tiga tingkatan analisis atas kejadian organisasi :
1. Tingkat
Individu
Dalam analisis pada tingkat
individu, kejadian-kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam
hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu
situasi.
2. Tingkat
Kelompok
Sekalipun kelompok terbentuk
dari kumpulan individu-individu, kejadian-kejadian yang terjadi pada suatu
kelompok bukan sekedar penjumlahan dari perilaku-perilaku individu. Kelompok
mengembangkan norma-normanya sendiri tentang perilaku-perilaku yang dapat
diterima oleh para anggotanya.
3. Tingkat
Organisasi
Organisasi lebih dari sekedar
penjumlahan individu-individu maupun kelompok. Struktur dan posisi seseorang
dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam
organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi
dikomunikasikan dan keputusan dibuat.
Karakteristik-Karakteristik Perilaku Keorganisasian :
1) Perilaku
(Perilaku individu dan organisasi)
Focus dari perilaku
keorganisasian adalah perilaku individu dalam organisasi. Untuk dapat memahami
perilaku keorganisasian maka harus mampu memahami perilaku berbagai individu
dalam organisasi.
2) Struktur
(organisasi dan kelompok)
Struktur berkaitan dengan
hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan itu diatur
dalam bagan organisasi. Struktur organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku
individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi
tersebut.
3) Proses
Proses organisasi berkaitan
dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi
antara lain meliputi komunikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan
kekuasaan.
III. Pembahasan Kasus dan Teori
Dalam kasus diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik perilaku
keorganisasian kurang berjalan dengan baik. Adanya perbedaan pendapat antara
karyawan disebabkan kurangnya pemahaman individu ke individu lainnya dalam satu
organisasi. Dengan struktur organisasi yang kuat akan berpengaruh besar
terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas
dari organisasi tersebut dan dengan proses organisasi yang baik seperti
komunikasi, kepemimpinan, serta proses pengambilan keputusan maka perbedaan
pendapat antara karyawan dapat diselesaikan atau tidak akan terjadi kembali.
VI. Kesimpulan
Individu dan kelompok individu adalah aset terpenting dalam membentuk,
mencorak, membudaya, mengurus, menentukan haluan dan juga kegagalan atau
kejayaan sebuah organisasi. Dalam memainkan dan menghidupkan peranan dan
tanggung jawabnya, seorang individu perlu tahu tempatnya dalam sistem
terdekatnya dan juga interaksi sistem itu dengan sistem-sistem lain serta
meningkatkan upaya ke arah pencapaian yang positif dalam organisasi. Pembinaan
kemahiran baru dan budaya baru perlu ditanamkan dalam diri melalui kesadaran
tentang perubahan di sekeliling yang menuntut kepada perubahan dalam cara kita
berfikir dan bertindak.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar