Sabtu, 05 September 2015

Perilaku Organisasi



I. Contoh Kasus
Dalam sebuah perusahaan, mengalami perdebatan karena perbedaan pendapat antara karyawan dengan karyawan lain, mereka mencoba memberikan argumentasi mereka atas produk yang akan di jual oleh perusahaan.

II. Teori
Organisasi adalah suatu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja, terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi pada suatu basis yang relatif bersinambung untuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan. James L. Gibson, John. M. Ivancevich, James. H. Donelly Jr. (1986) menyebutkan bahwa yang dimaksud perilaku organisasi adalah studi tentang perilaku manusia, sikapnya dan hasil karyanya dalam lingkungan.

Tujuan Mempelajari Perilaku Keorganisasian yaitu : 
1.     Memahami perilaku yang terjadi di dalam organisasi. 
2.     Meramalkan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi. 
3.     Mengendalikan perilaku.

Tiga tingkatan analisis atas kejadian  organisasi : 
1.     Tingkat Individu
Dalam analisis pada tingkat individu, kejadian-kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis dalam hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian dalam suatu situasi. 
2.     Tingkat Kelompok
Sekalipun kelompok terbentuk dari kumpulan individu-individu, kejadian-kejadian yang terjadi pada suatu kelompok bukan sekedar penjumlahan dari perilaku-perilaku individu. Kelompok mengembangkan norma-normanya sendiri tentang perilaku-perilaku yang dapat diterima oleh para anggotanya.
3.     Tingkat Organisasi
Organisasi lebih dari sekedar penjumlahan individu-individu maupun kelompok. Struktur dan posisi seseorang dalam organisasi membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bagaimana informasi dikomunikasikan dan keputusan dibuat.

Karakteristik-Karakteristik Perilaku Keorganisasian : 
1)     Perilaku (Perilaku individu dan organisasi)
Focus dari perilaku keorganisasian adalah perilaku individu dalam organisasi. Untuk dapat memahami perilaku keorganisasian maka harus mampu memahami perilaku berbagai individu dalam organisasi. 
2)     Struktur (organisasi dan kelompok)
Struktur berkaitan dengan hubungan yang bersifat tetap dalam organisasi, bagaimana pekerjaan itu diatur dalam bagan organisasi. Struktur organisasi berpengaruh besar terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut. 
3)     Proses
Proses organisasi berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara anggota organisasi. Proses organisasi antara lain meliputi komunikasi, kepemimpinan, proses pengambilan keputusan dan kekuasaan.

III. Pembahasan Kasus dan Teori
                Dalam kasus diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik perilaku keorganisasian kurang berjalan dengan baik. Adanya perbedaan pendapat antara karyawan disebabkan kurangnya pemahaman individu ke individu lainnya dalam satu organisasi. Dengan struktur organisasi yang kuat akan berpengaruh besar terhadap perilaku individu atau orang-orang dalam organisasi serta efektivitas dari organisasi tersebut dan dengan proses organisasi yang baik seperti komunikasi, kepemimpinan, serta proses pengambilan keputusan maka perbedaan pendapat antara karyawan dapat diselesaikan atau tidak akan terjadi kembali.

VI. Kesimpulan
                 Individu dan kelompok individu adalah aset terpenting dalam membentuk, mencorak, membudaya, mengurus, menentukan haluan dan juga kegagalan atau kejayaan sebuah organisasi. Dalam memainkan dan menghidupkan peranan dan tanggung jawabnya, seorang individu perlu tahu tempatnya dalam sistem terdekatnya dan juga interaksi sistem itu dengan sistem-sistem lain serta meningkatkan upaya ke arah pencapaian yang positif dalam organisasi. Pembinaan kemahiran baru dan budaya baru perlu ditanamkan dalam diri melalui kesadaran tentang perubahan di sekeliling yang menuntut kepada perubahan dalam cara kita berfikir dan bertindak.


DAFTAR PUSTAKA

http://iraitha.blogspot.co.id/2014/02/tugas-keorganisasian-dosen-mointi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar