I. KASUS
Pada suatu perusahaan terjadi
perdebatan pendapat antara karyawan lama dengan karyawan baru. Karyawan lama
tetap berdiri dengan pendapatnya yang dianggap paling benar karena ia sudah
bekerja lebih lama jadi ia menganggap dirinya sebagai senior di perusahaan
tersebut dan selama ini perusahaan menggunakan pendapatnya itu. Tetapi karyawan
baru pun yakin akan pendapatnya yang menurutnya itu lebih efektif dan efesien.
II.
TEORI
Dalam ilmu manajemen, seorang
manajer harus mengetahui perilaku individu. Perilaku individu dalam organisasi merupakan bentuk
interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi.
Perilaku setiap individu dalam organisasi berbeda-beda, karena setiap individu
memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik yang dibawa individu akan
dibawa ketika individu tersebut memasuki lingkungan baru yaitu organisasi, dan
organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang memiliki karakteristik
tersendiri, jadi terkadang terjadi disconnect antara karakter individu dengan
karakter organisasi. Faktor yang mempengaruhi hal itu adalah :
1.
Karakteristik
Biografis, mencakup :
a. Umur : umur
berpengaruh terhadap bagaimana perilaku induvidu, termasuk bagaimana
kemampuannya untuk bekerja, dan merespon stimulus yang diberikan individu
lainnya.
b.
Jenis kelamin : wanita lebih patuh terhadap
aturan dan otoritas, sedangkan pria lebih agresif sehingga lebih besar mencapai
kesuksesan walaupun perbedaan itu terbukti sangat kecil.
c.
Status perkawinan : penelitian membuktinkan
bahwa orang yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan
yang masih single.
d.
Jumlah atau banyaknya tanggungan : penelitian
menunjukkan bahwa lebih banyak tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap
produktivitas karyawan.
e.
Masa kerja : revelensi masa kerja adalah
berkaitan dengan senioritas dalam pekerjaan.
2. Kepribadian : kepribadian sebagai cara dengan
mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Bentuk-bentuk
kepribadian pada akhirnya mempengaruhi perilaku organisasi.
3. Kemampuan : yang dimaksud dengan kemampuan
adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu
pekerjaan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan kemampuan yang
terstruktur untuk mengeksploitasi kinerja-kinerja yang menghasilkan
produktifitas.
4. Pembelajaran atau Belajar : belajar adalah
proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena
adanya pengalaman atau latihan. Belajar tidak hanya mengubah sikap dan pikiran
tetapi yang lebih penting lagi belajar harus mengubah perilaku subjek ajar.
5. Sikap : sikap merupakan faktor yang harus
dipahami agar dapat memahami individu lain. Dengan saling memahami sikap
individu maka organisasi dapat berjalan dengan baik.
6. Persepsi : merupakan suatu proses memperhatiakan
dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan.
7. Kepuasan kerja : kepuasan kerja mempengaruhi
produktifitas atau kinerja karyawan, semakin puas individu tersebut dalam
bekerja maka akan betah berada dalam organisasi, dan bila individu tidak puas
maka akan mempengaruhi kinerjanya, seperti berhenti kerja atau selalu terlambat
datang.
8. Stress : stresss dapat mengakibatkan tidak
sinkronnya mental dan fisik individu, yang bisa menyebabkan menjadi tidak
produktif individu tersebut dalam organisasi.
III. PEMBAHASAN KASUS DAN TEORI
Dalam kasus diatas dapat diatasi
dengan saling menghargai pendapat satu sama lain dan semuanya harus kembali
pada komitmen dan visi misi perusahaan. Karyawan lama tidak selamanya benar dan
tidak salah juga tetapi mungkin karyawan baru yang memiliki pengetahuan akan
teknologi maju mengetahui langkah-langkah yang lebih efektif dan efisien.
Sebagai karyawan yang baik mereka harus mengutamakan perusahaan dan mengambil
keputusan yang dapat menguntungkan perusahaan.
IV. KESIMPULAN
Dalam
mengelola organisasi, seorang manager atau pemimpin harus memahami perilaku
kelompok sebagai landasan untuk mengelola orang-orang yang ada di dalamnya.
Masalah perilaku individu maupun kelompok merupakan salah satu masalah yang
sangat rumit yang dihadapi oleh semua manager di berbagai organisasi, oleh
karena itu perlu sekali mempelajari dan memahami agar tujuan organisasi dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37086-hardskill%20-PERILAKU%20INDIVIDU%20DALAM%20ORGANISASI%20.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar