Senin, 21 September 2015

Perbedaan Dalam Organisasi

I. KASUS
                Pada suatu perusahaan terjadi perdebatan pendapat antara karyawan lama dengan karyawan baru. Karyawan lama tetap berdiri dengan pendapatnya yang dianggap paling benar karena ia sudah bekerja lebih lama jadi ia menganggap dirinya sebagai senior di perusahaan tersebut dan selama ini perusahaan menggunakan pendapatnya itu. Tetapi karyawan baru pun yakin akan pendapatnya yang menurutnya itu lebih efektif dan efesien.

II. TEORI
                Dalam ilmu manajemen, seorang manajer harus mengetahui perilaku individu. Perilaku  individu dalam organisasi merupakan bentuk interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi. Perilaku setiap individu dalam organisasi berbeda-beda, karena setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda. Karakteristik yang dibawa individu akan dibawa ketika individu tersebut memasuki lingkungan baru yaitu organisasi, dan organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang memiliki karakteristik tersendiri, jadi terkadang terjadi disconnect antara karakter individu dengan karakter organisasi. Faktor yang mempengaruhi hal itu adalah :
1.       Karakteristik Biografis, mencakup :
a.  Umur : umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku induvidu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, dan merespon stimulus yang diberikan individu lainnya.
b.     Jenis kelamin : wanita lebih patuh terhadap aturan dan otoritas, sedangkan pria lebih agresif sehingga lebih besar mencapai kesuksesan walaupun perbedaan itu terbukti sangat kecil.
c.      Status perkawinan : penelitian membuktinkan bahwa orang yang telah berumah tangga relatif lebih baik dibandingkan dengan yang masih single.
d.     Jumlah atau banyaknya tanggungan : penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak tanggungan dalam keluarga berpengaruh terhadap produktivitas karyawan.
e.      Masa kerja : revelensi masa kerja adalah berkaitan dengan senioritas dalam pekerjaan.
2.    Kepribadian : kepribadian sebagai cara dengan mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Bentuk-bentuk kepribadian pada akhirnya mempengaruhi perilaku organisasi.
3.     Kemampuan : yang dimaksud dengan kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu pekerjaan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan kemampuan yang terstruktur untuk mengeksploitasi kinerja-kinerja yang menghasilkan produktifitas.
4.    Pembelajaran atau Belajar : belajar adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena adanya pengalaman atau latihan. Belajar tidak hanya mengubah sikap dan pikiran tetapi yang lebih penting lagi belajar harus mengubah perilaku subjek ajar.
5.     Sikap : sikap merupakan faktor yang harus dipahami agar dapat memahami individu lain. Dengan saling memahami sikap individu maka organisasi dapat berjalan dengan baik.
6.   Persepsi : merupakan suatu proses memperhatiakan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan.
7.     Kepuasan kerja : kepuasan kerja mempengaruhi produktifitas atau kinerja karyawan, semakin puas individu tersebut dalam bekerja maka akan betah berada dalam organisasi, dan bila individu tidak puas maka akan mempengaruhi kinerjanya, seperti berhenti kerja atau selalu terlambat datang.
8.  Stress : stresss dapat mengakibatkan tidak sinkronnya mental dan fisik individu, yang bisa menyebabkan menjadi tidak produktif individu tersebut dalam organisasi.

III. PEMBAHASAN KASUS DAN TEORI
Dalam kasus diatas dapat diatasi dengan saling menghargai pendapat satu sama lain dan semuanya harus kembali pada komitmen dan visi misi perusahaan. Karyawan lama tidak selamanya benar dan tidak salah juga tetapi mungkin karyawan baru yang memiliki pengetahuan akan teknologi maju mengetahui langkah-langkah yang lebih efektif dan efisien. Sebagai karyawan yang baik mereka harus mengutamakan perusahaan dan mengambil keputusan yang dapat menguntungkan perusahaan.

IV. KESIMPULAN
                Dalam mengelola organisasi, seorang manager atau pemimpin harus memahami perilaku kelompok sebagai landasan untuk mengelola orang-orang yang ada di dalamnya. Masalah perilaku individu maupun kelompok merupakan salah satu masalah yang sangat rumit yang dihadapi oleh semua manager di berbagai organisasi, oleh karena itu perlu sekali mempelajari dan memahami agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien.


DAFTAR PUSTAKA

http://kartika-s-n-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-37086-hardskill%20-PERILAKU%20INDIVIDU%20DALAM%20ORGANISASI%20.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar