Sabtu, 12 September 2015

Komunikasi Dan Kepemimpinan Dalam Organisasi



KOMUNIKASI

Komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu "Communis" atau "common" dalam bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha mencapai kesamaan makna "commonness", atau dengan ungkapan lain melalui informasi kita mencoba untuk berbagi Informasi , gagasan atau sifat dengan partisipan lain. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah sering kali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi. Kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan syarat utama dalam berorganisasi karena dengan komunikasi yang baik, kegiatan organisasi dapat berjalan dengan baik, lancar dan sesuai tujuan organisasi tersebut.
Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan diantaranya adalan sebagai berikut:
1.       Dari segi sifatnya
a.       Komunikasi lisan : komunikasi yang langsung berbicara.
b.      Komunikasi tertulis : komunikasi yang melalui tulisan.
c.       Komunikasi verbal : komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan.
d.      Komunikasi nonverbal : komunikasi yang tersirat.
2.       Dari segi arahnya
a.       Komunikasi ke atas : komunikasi dari bawahan ke atasan.
b.      Komunikasi ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan.
c.      Komunikasi horizontal : komunikasi ke sesama manusia yang derajatnya / tingkatnya sama.
d.      Komunikasi satu arah : Komunikasi tanpa ada timbal balik.
e.  Komunikasi dua arah : komunikasi dengan adanya timbal bakik / saling berkomunikasi.
3.       Dari segi lawannya
a.      Komunikasi satu lawan satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama.
b.      Komunikasi satu lawan banyak(kelompok) : berbicara antara satu orang dengan satu kelompok.
c.    Komunikasi lawan kelompok : berbicara antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.
4.       Dari segi keresmiannya
a.       Komunikasi formal : komunikasi yang langsung resmi.
b.      Komunikasi informal : komunikasi yang tidak resmi.

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah suatu aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Disini dapat ditangkap suatu pengertian bahwa jika seseorang telah mulai berkeinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, maka kegiatan kepemimpinan itu telah dimulai. Pengaruh dan kekuasaan dari seseorang PEMIMPIN mulai nampak relevansinya. Itulah sebabnya membicarakan kepemimpinan dapat dimulai dari mana saja. Mulai dari sudut pandangan ilmu perilaku organisasi, karena itu seringkali kepemimpinan dipertautkan dengan manajemen.

            Tipe- Tipe / Gaya Kepemimpinan
  1. Tipe Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang menganggap organisasi sebagai milik pribadi, hal ini menyebabkan tipe pemimpin ini selalu mengidentikan kepentingan pribadi daripada tujuan organisasi, membuat pemimpin tersebut memiliki pribadi yang selalu menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu bergantung pada kekuasaan formalnya, karena itu dalam tindakan pergerakannya mengandung unsure paksaan dan punitive atau bersifat menghukum.
  1. Tipe Militeristis
Yaitu pemimpin yang menggunakan system perintah dalam menggerakan bawahannya, senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakan bawahannya, senang kepada formalitas yang berlebih-lebihan, menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, dan tidak berbeda jauh dengan Otokratis, pemimpin seperti ini sukar menerima kritikan dari bawahan dan menggemari upacara-upacara untuk berbagai acara dan keadaan.
  1. Tipe Paternalistis
Yaitu pemimpin yang menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, biasanya bersikap terlalu melindungi, jarang memberikan kesempatan pada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif, juga jarang memberikan kesempatan bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, pemimpin tipe ini sering bersikap maha tahu.
  1. Tipe Kharismatis
Tipe pemimpin ini memang sukar untuk dijelaskan secara teori, dalam kenyataan nya pemimpin kharismatis ini mempunyai daya tarik yang sangat besar, yang mengakibatkan timbulnya rasa kagum dari para pengikutnya, menimbulkan rasa hormat yang begitu besar dari bawahannya dan pemimpin kharismatis ini selalu memiliki pengikut yang sangat banyak.
  1. Tipe Laissez Faire
Pemimpin tipe ini dalam memimpin organisasi mempunyai  sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan hati nurani, tapi kepentingan bersama dijaga dengan baik, dalam kenyataan nya organisasi yang dipimpin oleh pemimpin seperti ini akan berjalan lancer dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang sudah memahami tujuan, sasaran dan tugasnya dalam organisasi tersebut.
  1. Tipe Demokratis
Pemimpin seperti ini akan selalu berusaha mensingkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadai dari para bawahannya, senang menerima saran dari para bawahannya karena memiliki sifat demokratis, dia akan selalu berusaha menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, selalu mengutamakan kerjasama dalam mencapai tujuan, berusaha mengembangkan kapasitas dari pribadinya sebagai pemimpin, dan suka melibatkan bawahannya secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.

KASUS

       Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menegah dalam departemen produksi suatu perubahan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
       Pada jam istirahat makan siang. Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul Hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul hakim menjawab bahwa dia telah mendengar secara informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia ( Hartoyo ) menyatakan, “ dalam tentara, saya  membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.

PEMBAHASAN KASUS

Gaya kepemimpinan yang digunakan Hartoyo adalah tipe atau gaya Otokratis. Dalam gaya kepemimpinan ini keputusan yang dibuat oleh pemimpin adalah keputusan yang mutlak jadi tidak ada yang bisa menghalangi atau tidak dapat dirubah kembali. Jika menggunakan gaya kepemimpinan otokratis maka akan menimbulkan suasana kaku dan tegang serta ketidakpuasan karena pemimpin meniadakan inisiatif para bawahannya, selain itu dapat mengakibatkan permusuhan antara pemimpin dan bawahan.

KESIMPULAN

Peran komunikasi dalam organisasi adalah untuk membuat organisasi berjalan dengan baik, diperlukan kepuasan kerja dan komitmen para pegawai. Selain aspek kepemimpinan, untuk memperkuat kepuasan kerja dan membangun komitmen pegawai, aspek komunikasi dalam organisasi juga merupakan faktor yang penting. Komunikasi yang baik dan efektif dapat menciptakan iklim organisasi yang mendukung bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya.


DAFTAR PUSTAKA

http://melvinhutomo.blogspot.co.id/2015/03/peran-komunikasi-dalam-organisasi.html
https://ranggraeni52.wordpress.com/2015/01/21/contoh-kasus-kepemimpinan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar