I. KASUS
Terdapat dua orang yang rajin dan
tekun, namun keduanya menunjukkan sikap yang berbeda walaupun memiliki
kepribadian yang sama atau serupa. Orang pertama sebut saja Ami merupakan anak
yang rajin dalam mempelajari pelajaran baru yang ia terima sehingga ia selalu
berusaha mencari tahu lebih dalam mengenai apa yang ia pelajari saat itu,
sehingga ia mempelajari pelajaran tersebut dalam satu waktu dan merangkumnya
dalam buku agar saat dibutuhkan dapat kembali dibaca.
Berbeda dengan orang kedua, sebut
saja Della merupakan anak rajin, namun ia memiliki cara yang berbeda dengan Ami
dalam mempelajari pelajaran baru. Della terbiasa mempelajari setiap pelajaran
secara rutin dengan setiap jadwal yang telah ia tentukan. Misalnya, ia akan
rutin mempelari pelajaran matematika secara continue setiap hari rabu
dan kamis, lalu pelajaran ipa setiap senin, pelajaran ips setiap selasa, dan
seterusnya. Della terbiasa belajar setiap waktu subuh karena menurutnya itu
waktu yang tepat untuk menghapal pelajaran karena otak masih fresh sehingga
saat ada ujian ia tidak perlu menghapal pelajaran terlalu keras.
II. TEORI
Menurut Gordon Aliport, Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam sistem
psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri secara
unit terhadap lingkungannya. Faktor-faktor
Penentu Kepribadian :
1.
Faktor Keturunan
Ada tiga dasar yang menjelaskan bahwa faktor keturunan menentukan
kepribadian seseorang:
a.
Berfokus pada penyokong genetis dari perilaku
dan temperamen anak-anak.
Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa
takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan.
b.
Berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan
sejak lahir.
Kepribadian anak kembar yang dibesarkan dikeluarga yang berbeda
ternyata lebih mirip dengan saudara kembarnya dibandingkan kepribadian seorang
kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.
c.
Meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu
ke waktu dan dalam berbagai situasi
2.
Faktor Lingkungan
Faktor
lain yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah
lingkungan di mana kita tumbuh dan dibesarkan, norma dalam keluarga,
teman-teman, dan kelompok sosial, dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami.
Faktor-faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian kita.
MBTI adalah instrumen penilaian kepribadian yang paling sering digunakan.
Instrumen berisi 100 pertanyaan mengenai bagaimana individu akan merasa atau
bertindak dalam situasi tertentu. Individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik
sebagai berikut :
1)
Ekstraver versus Introver
Individu dengan karakteristik ekstraver
digambarkan sebagai individu yang ramah, suka bergaul, dan tegas, sedangkan
individu dengan karakteristik introver digambarkan sebagai individu yang
pendiam dan pemalu.
2)
Sensitif versus Intuitif
Individu dengan karakteristik sensitif
digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dengan
urutan. Sebaliknya, individu dengan karakteristik intuitif mengandalkan
proses-proses tidak sadar dan melihat gambaran umum.
3)
Pemikir versus Perasa
Individu yang termasuk dalam karakteristik
pemikir menggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah,
sedangkan individu dengan karakteristik perasa mengandalkan nilai-nilai dan
emosi pribadi sendiri.
4)
Memahami versus Menilai
Individu yang cenderung memiliki karakteristik
memahami menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan
terstruktur, sedangkan individu dengan karakteristik menilai cenderung lebih
fleksibel dan spontan.
Model lima
besar, John Bearden telah membuktikan bagaimana cara membuat dan memikirkan
kembali cara mengatur individu. Selama beberapa tahun terakhir penelitian
mendukung bahwa 5 dimensi dasar saling mendasari dan mencakup sebagian besar
variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia. Faktor 5 besar mencakup :
a
Ekstraversi (exstraversion)
Dimensi ini mengatakan tingkat kenyamanan seseorang dalam
berhubungan dengan individu lain. Individu yang Ekstraversi cenderung suka
berkelompok, tegas, dan mudah bersosialisasi; sebaliknya introversi cenderung
suka menyendiri dan pendiam.
b
Mudah akur dan bersepakat (Agreeblesness)
Dimensi ini mengatakan kepatuhan individu terhadap individu yang
lainnya. Individu yang suka besepakat adalah individu yang senang bekerjasama,
hangat dan penuh kepercayaan. Sebaliknya individu yang tidak suka bersepakat
cenderung dingin, tidak ramah dan suka menantang.
c
Sifat berhati-hati (Conscientiousness)
Dimensi ini merupakan ukuran kepercayaan artinya individu yang
sangat berhati-hati adalah yang bertanggung jawab, teratur, dapat diandalkan
serta gigih; sebaliknya individu yang berhati-hati rendah cenderung mudah
bingung, tidak teratur serta tidak dapat diandalkan.
d
Stabilitas emosi (Emotional Stability)
Dimensi ini menilai kemampuan seseorang untuk menahan stress.
Individu yang tingkat emosi yang positif cenderung tenan, percaya diri dan
memiliki pendirian yang teguh. Sebaliknya Individu yang tingkat emosi yang
negative cenderung mudah gugup, khawatir, depresi dan tidak memiliki penndian
yang teguh.
e
Terbuka terhadap hal-hal baru (Openess to
Experience)
Dimensis ini mengelompokan individu berdasarkan lingkup minat dan
ketertarikannya terhadaphal-hal baru. Individu yang sangat terbuka cenderung
kreatif, ingin tau, dan sensitive terhadap hal-hal yang bersifat seni.
Sebaliknya mereka yang tidak terbuka cenderung konvensional dan merasa nyaman
dengan hal-hal yang sudah ada.
III. PEMBAHASAN KASUS
Dalam kasus
diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu memiliki kepribadian yang
berbeda-beda. Seperti Ami dapat diklasifikasikan ke dalam karakteristik Intuitif
yaitu individu dengan mengandalkan proses-proses
tidak sadar dan melihat gambaran umum, sedangkan Della dapat diklasifikasikan
ke dalam karakteristik Sensitif yaitu sebagai individu yang praktis dan lebih
menyukai rutinitas dengan urutan.
IV. KESIMPULAN
Kepribadian adalah ciri atau karakteristik
atau gaya atau sifat- sifat khas diri kita yang bersumber dari
bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya, keluarga pada
masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan kita sejak lahir. Jadi yang disebut
kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat
psikologis kejiwaan dan juga yang bersifat fisik.
DAFTAR PUSTAKA
https://personalityulfafauziyyah.wordpress.com/2013/12/22/contoh-kasus-kepribadian-trait/
http://cah-canggading.blogspot.co.id/2011/12/perilaku-organisasi-kepribadian-dan.html
http://viapurwawisesasiregar.blogspot.co.id/2014/03/makalah-tentang-teori-kepribadian.html