Sabtu, 05 Desember 2015

Budaya Organisasi



I. CONTOH KASUS

Maskapai penerbangan Lion Air dibentuk oleh dua kakak beradik. Dengan modal keinginan tinggi, akhirnya pada Oktober 1999, Kusnan dan Rusdi Kirana selaku dua kakak beradik tersebut berhasil mendaftarkan maskapai penerbangan yang dimilikinya ke badan hukum. Pada saat itu, maskapai penerbangan ini hanya memiliki satu armada pesawat terbang. Rusdi Kirana, kelahiran 17 Agustus 1963 ini mampu menepis segala keraguan dengan menjadikan Lion Air sebagai salah satu armada terbesar saat ini. Berbekal pengetahuan menjadi sales agent sebuah biro perjalanan, ia nekad mendirikan Lion Air. Ia menyebut modalnya saat itu hanya kepercayaan.
Budaya keterbukaan dibangun Lion Air, Rusdi Kirana sering melakukan pertemuan informal dengan bawahannya dan meminta ide-ide untuk pengembangan perusahaannya, Gaya dan tingkah laku keduanya menjadi inspirasi bagi karyawannya dan menjadikannya cerita yang dibicarakan berulang-ulang diantara karyawannya. Mereka seolah menjadi model yang dijadikan panutan bersama. Kepedulian terhadap karyawan sangat tinggi dan tidak terlalu mengedepankan formalitas, ini memperbolehkan sesama karyawan menikah tanpa ada rasa khawatir akan penyelewengan. Kondisi ini yang memudahkan kultur terbentuk dengan baik diantara staf Indonesia Lion Air.
Lion Air menggunakan Performanced Based Culture  dalam strategi Sumber daya manusianya, strategi ini menggunakan prinsip transaksional atau lebih fokus pada strategi hr yang hanya dilihat pada transaksi saja dan strategi retensi pegawai lebih cenderung dengan value of money. Terlepas dari baik atau buruknya, Lion Air telah mampu untuk menerapkan Performance Based Culture dengan baik. Artinya apabila pegawai tersebut tidak mematuhi target atau perintah maka akan sangat mudah dikeluarkan dan lebih fokus pada produksi. Pegawai yang produksi lebih akan diberikan sejumlah nilai (uang) yang lebih.
Lion Air sangat fokus terhadap skill karyawan dibuktikan dengan membangun fasilitas training dan simulator untuk pilot dan staffnya, dalam hal rekrutmenpun Lion Air berani untuk membayar Transfer Fee lebih mahal untuk membajak Pilot-pilot yang berkualitas, strategi outsourcingpun dilakukan kepada beberapa pekerjaan yang bersifat core untuk memudahkan retensinya.
Lion Air mengingat keselamatan adalah hal utama dalam industry dan menjadi kewajiban yang diembankan oleh departemen perhubungan. Lion Air membentuk Safety Management System yang merupakan salah satu program safety yang harus dilaksanakan oleh serluruh operator  penerbangan di seluruh dunia sesuai instruksi Organisasi Penerbangan Sipil (International Civil Aviation Organization/ICAO) melalui Document 8959 sejak 1 Januari 2009 , program SMS ini telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan Lion Air yang bertugas di kantor pusat dan di daerah tempat kegiatan operasional Lion Air.

II. TEORI

A.      Pengertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan.

B.      Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya Organisasi 
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan yaitu sebagai berikut :
1.    Innovation and Risk Talking (Inovasi dan pengambilan resiko), adalah suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2.    Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail), dimana pekerja diharakan menunjukkan ketepatan, alaisis, dan perhatian pada hal detail. 
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat), yang mana manajemen memfokuskan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya sekedar teknik dan proses untuk mendapatkan manfaat tersebut. 
4. People Orientation (Orientasi pada orang), dimana keputusan manajemen mempertimbangkan pengaruh manfaatnya pada orang dalam organisasi.
5.   Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana aktivitas kerja di organisasi berdasar tim daripada individual.
6.    Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang cenderung lebih agresif dan kompetitif daripada easygoing.
7.  Stability (Stabilitas), yang mana aktivitas organisasional tersebut menekankan pada menjaga status quo sebagai lawan dari pada perkembangan.

C.      FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai batas tingkah laku individu yang ada didalamnya. Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
1.       Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
2.       Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
3.     Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4.   Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
5.  Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

D.      TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI
Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi:
1.       Akademi
     Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2.       Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
3.       Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
4.       Benteng
    Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.

III. PEMBAHASAN KASUS
Setiap organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda. Tidak akan ada dua organisasi yang mempunyai budaya yang sama persis. Ini biasanya sangat berpengaruh pada siapa pendirinya. Contohnya organisasi yang dibahas dikasus atas, yaitu Lion Air. Kerena pendirinya adalah orang yang mempunyai keinginan yang besar maka dia menerapkan kepada diri karyawannya seperti apa yang dia harapkan. Itupun berhasil dan Lion Air sekarang menjadi sebuah organisasi atau perusahaan yang besar.
Budaya organisasi yang ada pada Lion Air adalah bagaimana melayani pelanggan atau penumpang dengan baik. Itu semua harus dilakukan oleh pemimpin dan karyawannya. Tidak hanya buat pelanggan, Pemimpinnya juga berusaha untuk memakmurkan semua karyawannya dengan cara salah satunya membuat semua karyawan Lion Air menjadi teman, bukan sekedar rekan kerja. Dalam gaji Lion Air juga menetapkan standar yang lumayan tinggi.
Karyawan Lion Air secara umum puas dengan semua yang diberikan oleh Lion Air kepada mereka, meskipun ada beberapa yang masih kurang merasa puas pada Lion Air, itu sudah menjadi hal manusiawi.

IV. KESIMPULAN

Budaya organisasi itu adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri . Oleh karena itu, dengan adanya budaya dalam tubuh organisasi, maka akan lebih mudah tercapai visi dan misi yang akan dicapai. Budaya itu  tidak muncul begitu saja, awalnya di buat oleh sang pendiri perusahaan kemudian diikuti oleh para bawahannya. Kemudian mereka harus mempertahankan budaya organisasi itu, agar visi dan misi yang ingin dicapai mudah di terapkan dalam organisasi. Diantaranya dalam organisasi perusahaan terdapat seleksi , tindakan manajemen puncak dan sosialisasi untuk karyawan baru. Dengan ketiga jalan itu diharapkan menjadi solusi agar karyawan baru mengetahui budaya organisasi dan dapat berbaur di dalamnya.


DAFTAR PUSTAKA

http://miftakhulfurqon1.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-budaya-dan-fungsi-budaya.html
http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-budaya-organisasi-fungsi.html
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/
http://rofisichabi.blogspot.co.id/2013/01/budaya-organisasi.html
http://afdal16.blogspot.co.id/2012/04/makalah-budaya-organisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar