I. CONTOH KASUS
Maskapai penerbangan
Lion Air dibentuk oleh dua kakak beradik. Dengan modal keinginan tinggi, akhirnya
pada Oktober 1999, Kusnan dan Rusdi Kirana selaku dua kakak beradik tersebut
berhasil mendaftarkan maskapai penerbangan yang dimilikinya ke badan hukum.
Pada saat itu, maskapai penerbangan ini hanya memiliki satu armada pesawat
terbang. Rusdi Kirana, kelahiran 17 Agustus 1963 ini mampu menepis segala
keraguan dengan menjadikan Lion Air sebagai salah satu armada terbesar saat
ini. Berbekal pengetahuan menjadi sales agent sebuah biro perjalanan, ia nekad
mendirikan Lion Air. Ia menyebut modalnya saat itu hanya kepercayaan.
Budaya
keterbukaan dibangun Lion Air, Rusdi Kirana sering melakukan pertemuan informal
dengan bawahannya dan meminta ide-ide untuk pengembangan perusahaannya, Gaya
dan tingkah laku keduanya menjadi inspirasi bagi karyawannya dan menjadikannya
cerita yang dibicarakan berulang-ulang diantara karyawannya. Mereka seolah
menjadi model yang dijadikan panutan bersama. Kepedulian terhadap karyawan
sangat tinggi dan tidak terlalu mengedepankan formalitas, ini memperbolehkan
sesama karyawan menikah tanpa ada rasa khawatir akan penyelewengan. Kondisi ini
yang memudahkan kultur terbentuk dengan baik diantara staf Indonesia Lion Air.
Lion Air
menggunakan Performanced Based Culture dalam strategi Sumber daya
manusianya, strategi ini menggunakan prinsip transaksional atau lebih fokus
pada strategi hr yang hanya dilihat pada transaksi saja dan strategi retensi
pegawai lebih cenderung dengan value of money. Terlepas dari baik atau
buruknya, Lion Air telah mampu untuk menerapkan Performance Based Culture
dengan baik. Artinya apabila pegawai tersebut tidak mematuhi target atau
perintah maka akan sangat mudah dikeluarkan dan lebih fokus pada produksi.
Pegawai yang produksi lebih akan diberikan sejumlah nilai (uang) yang lebih.
Lion Air sangat
fokus terhadap skill karyawan dibuktikan dengan membangun fasilitas training
dan simulator untuk pilot dan staffnya, dalam hal rekrutmenpun Lion Air berani
untuk membayar Transfer Fee lebih mahal untuk membajak Pilot-pilot yang
berkualitas, strategi outsourcingpun dilakukan kepada beberapa pekerjaan yang
bersifat core untuk memudahkan retensinya.
Lion Air
mengingat keselamatan adalah hal utama dalam industry dan menjadi kewajiban
yang diembankan oleh departemen perhubungan. Lion Air membentuk Safety
Management System yang merupakan salah satu program safety yang harus
dilaksanakan oleh serluruh operator penerbangan di seluruh dunia sesuai
instruksi Organisasi Penerbangan Sipil (International Civil Aviation
Organization/ICAO) melalui Document 8959 sejak 1 Januari 2009 , program SMS ini
telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan Lion Air yang bertugas di kantor
pusat dan di daerah tempat kegiatan operasional Lion Air.
II. TEORI
A.
Pengertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama
yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari
organisasi-organisasi lainnya. Dalam buku Handbook of Human Resource Management
Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya
perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan
bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu
hal yang bisa dilakukan.
B.
Karakteristik atau Ciri-Ciri Budaya
Organisasi
Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa
terdapat tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan yaitu sebagai
berikut :
1. Innovation and Risk Talking (Inovasi dan
pengambilan resiko), adalah suatu tingkatan dimana pekerja didorong untuk
menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2. Attention to Detail (Perhatian pada hal-hal detail),
dimana pekerja diharakan menunjukkan ketepatan, alaisis, dan perhatian pada hal
detail.
3. Outcome Oritentation (Orientasi pada manfaat),
yang mana manajemen memfokuskan pada hasil atau manfaat dari yang tidak hanya
sekedar teknik dan proses untuk mendapatkan manfaat tersebut.
4. People Orientation (Orientasi pada orang),
dimana keputusan manajemen mempertimbangkan pengaruh manfaatnya pada orang
dalam organisasi.
5. Team Orientation (Orientasi pada tim), dimana
aktivitas kerja di organisasi berdasar tim daripada individual.
6.
Aggresiveness (Agresivitas), dimana orang
cenderung lebih agresif dan kompetitif daripada easygoing.
7. Stability (Stabilitas), yang mana aktivitas
organisasional tersebut menekankan pada menjaga status quo sebagai lawan dari pada
perkembangan.
C.
FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting.
Fungsi budaya organisasi adalah sebagai batas tingkah laku individu yang ada
didalamnya. Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai
berikut :
1.
Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu
organisasi dan yang lain.
2.
Budaya membawa suatu rasa identitas bagi
anggota-anggota organisasi.
3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada
sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu
mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk
dilakukan oleh karyawan.
5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan
kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
D.
TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI
Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins,
1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi:
1.
Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2.
Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan
orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat
menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan
yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama
tim.
3.
Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan
inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan,
perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung
untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan
juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi
mereka yang sangat berprestasi.
4.
Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.
III. PEMBAHASAN KASUS
Setiap
organisasi mempunyai budaya yang berbeda-beda. Tidak akan ada dua organisasi
yang mempunyai budaya yang sama persis. Ini biasanya sangat berpengaruh pada
siapa pendirinya. Contohnya organisasi yang dibahas dikasus atas, yaitu Lion
Air. Kerena pendirinya adalah orang yang mempunyai keinginan yang besar maka
dia menerapkan kepada diri karyawannya seperti apa yang dia harapkan. Itupun
berhasil dan Lion Air sekarang menjadi sebuah organisasi atau perusahaan yang
besar.
Budaya
organisasi yang ada pada Lion Air adalah bagaimana melayani pelanggan atau
penumpang dengan baik. Itu semua harus dilakukan oleh pemimpin dan karyawannya.
Tidak hanya buat pelanggan, Pemimpinnya juga berusaha untuk memakmurkan semua
karyawannya dengan cara salah satunya membuat semua karyawan Lion Air menjadi
teman, bukan sekedar rekan kerja. Dalam gaji Lion Air juga menetapkan standar
yang lumayan tinggi.
Karyawan Lion
Air secara umum puas dengan semua yang diberikan oleh Lion Air kepada mereka,
meskipun ada beberapa yang masih kurang merasa puas pada Lion Air, itu sudah
menjadi hal manusiawi.
IV. KESIMPULAN
Budaya
organisasi itu adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh
organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri
. Oleh karena itu, dengan adanya budaya dalam tubuh organisasi, maka akan lebih
mudah tercapai visi dan misi yang akan dicapai. Budaya itu tidak muncul begitu saja, awalnya di buat
oleh sang pendiri perusahaan kemudian diikuti oleh para bawahannya. Kemudian
mereka harus mempertahankan budaya organisasi itu, agar visi dan misi yang
ingin dicapai mudah di terapkan dalam organisasi. Diantaranya dalam organisasi
perusahaan terdapat seleksi , tindakan manajemen puncak dan sosialisasi untuk
karyawan baru. Dengan ketiga jalan itu diharapkan menjadi solusi agar karyawan
baru mengetahui budaya organisasi dan dapat berbaur di dalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://miftakhulfurqon1.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-budaya-dan-fungsi-budaya.html
http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-budaya-organisasi-fungsi.html
https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/fungsi-budaya-organisasi/
http://rofisichabi.blogspot.co.id/2013/01/budaya-organisasi.html
http://afdal16.blogspot.co.id/2012/04/makalah-budaya-organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar