I. CONTOH KASUS
Ada seorang
siswa bernama puspa, mengikuti sebuah grup di dunia maya yang bertujuan untuk
menyatukan anak-anak dance yang ada di dunia. Akhirnya terjadi hilangnya kontak
dan komunikasi dari salah satu anggota dari grup tersebut yang berasal dari
luar negeri.
II. TEORI
Kelompok
( group ) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua
individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling
bergabung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Macam-macam kelompok dalam
organisasi :
1)
Kelompok Formal
Kelompok ini
dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang
ditandai untuk menegakkan tugas – tugas. Kebutuhan dan proses organisasi
menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang berbeda–beda. Khususnya ada dua
tipe kelompok formal, di antaranya :
a
Kelompok Komando (Command Group)
Kelompok komando ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri dari
bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan
wewenang antara manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang
perawat senior dan bawahannya, merupakan kelompok komado.
b
Kelompok Tugas (Task Group)
Kelompok tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk
menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para
karyawan administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan
tuntutan kecelakaan, merupakan tugas yang harus dilaksanakan.
2)
Kelompok Informal
Pengelompokan secara wajar dari orang – orang dalam situasi kerja untuk
memenuhi kebutuhan sosial. Dengan perkataan lain, kelompok informal tidak
muncul karena dibentuk dengan sengaja, tetapi muncul secara wajar. Orang
mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya:
a.
Kelompok Kepentingan (Interest Group)
Orang yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau
kelompok tugas yang sama, mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran
bersama. Para karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk
membentuk front yang terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat
yang lebih banyak dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka
merupakan contoh dari kelompok kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan
kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan tujuan organisasi, tetapi tujuan
itu bersifat khusus bagi tiap – tiap kelompok.
b.
Kelompok Persahabatan (Friendship Group)
Banyak kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan,
misalnya usia, kepercayaan politis, atau latar belakang etnis. Kelompok
persahabatan ini seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai
pada kegiatan diluar pekerjaan.
Alasan Mengapa Orang Bergabung Ke
Dalam Kelompok :
1.
Faktor Keamanan : Individu yang berada di dalam
kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian. Merasa lebih kuat,
lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap ancaman.
2.
Faktor Status : Bergabung ke dalam kelompok yang
dipandang penting, memberikan pengakuan dan status bagi para anggotanya.
3.
Faktor harga diri : Memiliki harga diri karena
menjadi bagian kelompok dan kejelasan status mereka bagi kelompok lain.
4.
Faktor Afiliasi : Kelompok bisa memenuhi kebutuhan
social anggotanya.
5.
Faktor Kekuasaan : Kekuasaan dan kekuatan bisa
diraih dengan berada di dalam kelompok yang sulit diperoleh jika sendirian.
6.
Faktor Pencapaian Sasaran : Untuk mencapai
sasaran dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang. Ada
kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Model
Lima Tahap :
Kelompok biasanya
berkembang melalui sebuah urutan terstandar dalam evolusi. Model lima tahap
perkembangan kelompok ( five – stage group – development model )
menyebutkan karekteristik tahapan perkembangan kelompok dalam lima tahap yang
berbeda, diantaranya:
1.
Tahap Pembentukan ( forming )
memiliki karakteristik besarnya ketidakpastian atas tujuan, struktur, dan
kepimimpinan kelompok tersebut. Para anggotanya “menguji kedalaman air ” untuk
menentukan jenis – jenis perilaku yang dapat diterima. Tahap ini selesai ketika
para anggotanya mulai menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelompok.
2.
Tahap Timbulnya konflik ( storming
stage )
satu dari konflik intrakelompok. Para anggotanya menerima keberadaan
kelompok tersebut, tetapi terdapat penolakan terhadap batasan – batasan yang
diterapkan kelompok terhadap setiap individu. Ketika tahap ini selesai,
terdapat sebuah hierarki yang relatif jelas atas kepemimpinan dalam kelompok
tersebut.
3.
Tahap Normalisasi ( norming stage )
tahap di mana hubungan yang dekat terbentuk dan kelompok tersebut
menunjukkan kekohesifan. Dalam tahap ini terbentuk sebuah rasa yang kuat akan
identitas kelompok dan persahabatan. Tahap ini selesai ketika struktur kelompok
tersebut menjadi solid dan kelompok telah mengasimilasi serangkaian
ekspektasiumum definisi yang benar atas perilaku organisasi.
4.
Tahap Berkinerja ( performing )
tahap di mana struktur telah sepehunya fungsional dan diterima. Energi
kelompok telah berpindah dari saling mengenal dan memahami menjadi mengerjakan
tugas yang ada.
5.
Tahap Pembubaran ( adjourning stage )
Dalam tahap ini, kelompok tersebut mempersiapkan diri untuk pembubarannya.
Kinerja tugas yang tinggi tidak lagi menjadi prioritas tertinggi kelompok.
Sebagai gantinya, perhatian diarahkan untuk menyelesaikan aktivitas –
aktivitas.
III. PEMBAHASAN KASUS
Kasus
tersebut masuk ke dalam kelompok informal yaitu kelompok kepentingan (interest
group) yaitu terbentuk kelompok karena sama-sama menyukai dance. Kelompok ini
tidak terikat jadi sebenarnya anggota dapat masuk atau keluar dari group
tersebut. Dari contoh kasus diatas jika tidak ingin terjadi loss contact antara
anggota kelompok seharusnya saat ada yang ingin masuk ke dalam group lebih baik
di data biodata / profilenya.
IV.
KESIMPULAN
Perilaku kelompok merupakan respon – respon
anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang diadopsinya.
Jadi ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi maka karateristik yang
dibawanya adalah kemampuan, kepercayaan pribadi, penghargaan kebutuhan, dan
pengalaman masa lalunya. Banyak teori yang mengembangkan suatu anggapan
mengenai awal mula terbentuknya kelompok. Mulai dari anggapan adanya kedekatan
ruang kerja maupun tempat tinggal mereka, sampai kepada alasan-alasan praktis.
Di dalam suatu kelompok yang sebenarnya, para
anggota mempertimbangkan diri mereka sendiri dan bergantung satu dengan lainnya
untuk mencapai tujuan umum, dan mereka saling berhubungan satu dengan yang lain
secara teratur untuk mengejar tujuannya atas dukungan dalam suatu periode waktu
DAFTAR
PUSTAKA
http://matirah.blogspot.co.id/2015/04/perilaku-organisasi-dasar-dasar.html
http://jarkasihishaq.blogspot.co.id/2009/05/dasar-dasar-perilaku-kelompok-1.html
thoposthink02.blogspot.co.id/2014/02/makalah-prilaku-organisasi.html
http://alfizargoblinz.blogspot.co.id/2012/04/contoh-contoh-kasus-dalam-perilaku.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar