Jumat, 16 Oktober 2015

Komunikasi



I. CONTOH KASUS
Sekarang ini telah banyak organisasi yang berdiri dan berkembang sukses baik dalam skala kecil maupun besar. Organisasi sendiri merupakan suatu alat dimana orang-orang mempersatukan kecakapan dan usaha mereka untuk mencapai tujuan bersama. Sering dijumpai bahwa karyawan kurang terpuaskan hatinya dalam melaksanakan tugasnya karena informasi mengenai prosedur kerja yang disampaikan  pimpinan kurang dapat dipahami. Sehingga karyawan cenderung merasa khawatir, segan, dan takut dalam melaksanakan tugasnya. Dengan adanya perasaan-perasaan tersebut dalam melaksanakan tugas mengakibatkan kinerja karyawan menjadi menurun.

II. TEORI
                  Komunikasi adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Fungsi Komunikasi :
·         Sebagai Kendali
Fungsi komunikasi sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain atau anggota dalam beberapa cara yang harus dipatuhi. 
·         Sebagai Motivasi
Komunikasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dengan memberikan penjelasan dalam hal-hal dalam kehidupan kita. 
·         Sebagai Pengungkapan Emosional
Komunikasi memiliki peranan dalam mengungkapkan perasaan-perasaan kepada orang lain, baik itu senang, gembira, kecewa, tidak suka. dan lain-lainnya. 
·         Sebagai Informasi
Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan dari setiap individu dan kelompok dalam mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pemilihan alternatif.
Unsur-unsur dalam proses komunikasi yaitu :
a.       Sender
komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
b.      Encoding
penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambing.
c.       Message
pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang di sampaikan oleh komunikator.
d.      Media
saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
e.      Decoding
pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambang yang di sampaikan oleh komunikator kepadanya.
f.        Receiver
komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
g.       Response
tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikasi setelah diterpa pesan.
h.      Feedback
umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
i.         Noise
gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

III. PEMBAHASAN KASUS
Solusi menghadapi kasus diatas adalah dengan saluran komunikasi. Berdasarkan kasus diatas disarankan antara atasan dengan bawahan harus lebih sering meningkatkan koordinasi (mengadakan sharing) sehingga setiap kegiatan akan berjalan dengan baik karena dapat mengerti perasaan karyawan mulai dari masalah pekerjaan, rekan sekerja, sampai masalah kesesuaian upah. Secara periodik para atasan (direktur, manager, kepala bagian) lebih sering terjun langsung ke lapangan sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan kinerja, dan pimpinan harus memperhatikan keluhan-keluhan dari para karyawan.

IV. KESIMPULAN
Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Di kehidupan ini komunikasi merupakan sesuatu yang sangat vital. Komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk social. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Namun, berkomunikasi dengan mengharapkan timbal balik yang positif dari lawan bicara kita itu sulit.


DAFTAR PUSTAKA
http://andreprat.blogspot.co.id/2013/10/makalah-komunikasi-dalam-organisasi.html
http://beruangkaki5.blogspot.co.id/2012/06/komunikasi-dalam-organisasi.html
http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-komunikasi-tujuan-fungsi-manfaatnya.html#
http://vallenitanshori.blogspot.co.id/2014/11/komunikasi.html
http://ruddylaski.blogspot.co.id/

Minggu, 11 Oktober 2015

Dasar Perilaku Kelompok


I. CONTOH KASUS
Ada seorang siswa bernama puspa, mengikuti sebuah grup di dunia maya yang bertujuan untuk menyatukan anak-anak dance yang ada di dunia. Akhirnya terjadi hilangnya kontak dan komunikasi dari salah satu anggota dari grup tersebut yang berasal dari luar negeri.

II. TEORI
                Kelompok ( group ) menurut Robbins (1996) mendefinisikan kelompok sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Macam-macam kelompok dalam organisasi :
1)      Kelompok Formal
Kelompok ini dibangun selaku akibat dari pola struktur organisasi dan pembagian kerja yang ditandai untuk menegakkan tugas – tugas. Kebutuhan dan proses organisasi menimbulkan formulasi tipe – tipe kelompok yang berbeda–beda. Khususnya ada dua tipe kelompok formal, di antaranya :
a         Kelompok Komando (Command Group)
Kelompok komando ditentukan oleh bagan organisasi. Kelompok terdiri dari bawahan yang melapor langsung kepada seorang supervisor tertentu. Hubungan wewenang antara manajer departemen dengan supervisor, atau antara seorang perawat senior dan bawahannya, merupakan kelompok komado.
b        Kelompok Tugas (Task Group)
Kelompok tugas terdiri dari para karyawan yang bekerja – sama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu. Misalnya, kegiatan para karyawan administrasi dalam perusahaan asuransi pada waktu orang mengajukan tuntutan kecelakaan, merupakan tugas yang harus dilaksanakan.
2)      Kelompok Informal
Pengelompokan secara wajar dari orang – orang dalam situasi kerja untuk memenuhi kebutuhan sosial. Dengan perkataan lain, kelompok informal tidak muncul karena dibentuk dengan sengaja, tetapi muncul secara wajar. Orang mengenal dua macam kelompok informal khusus diantaranya:
a.       Kelompok Kepentingan (Interest Group)
Orang yang mungkin tidak merupakan anggota dari kelompok komando atau kelompok tugas yang sama, mungkin bergabung untuk mencapai sesuatu sasaran bersama. Para karyawan yang bersama – sama bergabung dalam kelompok untuk membentuk front yang terpadu menghadapi manajemen untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dan pelayan wanita yang mengumpulkan uang persen mereka merupakan contoh dari kelompok kepentingan. Perlu diketahui juga tujuan kelompok semacam itu tidak berhubungan dengan tujuan organisasi, tetapi tujuan itu bersifat khusus bagi tiap – tiap kelompok.
b.      Kelompok Persahabatan (Friendship Group)
Banyak kelompok dibentuk karena para anggotanya mempunyai sesuatu kesamaan, misalnya usia, kepercayaan politis, atau latar belakang etnis. Kelompok persahabatan ini seringkali melebarkan interaksi dan komunikasi mereka sampai pada kegiatan diluar pekerjaan.
Alasan Mengapa Orang Bergabung Ke Dalam Kelompok :
1.       Faktor Keamanan : Individu yang berada di dalam kelompok bisa mengurangi rasa tidak aman karena sendirian. Merasa lebih kuat, lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap ancaman.
2.       Faktor Status : Bergabung ke dalam kelompok yang dipandang penting, memberikan pengakuan dan status bagi para anggotanya.
3.       Faktor harga diri : Memiliki harga diri karena menjadi bagian kelompok dan kejelasan status mereka bagi kelompok lain.
4.       Faktor Afiliasi : Kelompok bisa memenuhi kebutuhan social anggotanya.
5.       Faktor Kekuasaan : Kekuasaan dan kekuatan bisa diraih dengan berada di dalam kelompok yang sulit diperoleh jika sendirian.
6.       Faktor Pencapaian Sasaran : Untuk mencapai sasaran dan menyelesaikan tugas dibutuhkan lebih dari satu atau dua orang. Ada kebutuhan mengumpulkan bakat, pengetahuan, atau kekuasaan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Model Lima Tahap :
Kelompok biasanya berkembang melalui sebuah urutan terstandar dalam evolusi. Model lima tahap perkembangan kelompok ( five – stage group – development model ) menyebutkan karekteristik tahapan perkembangan kelompok dalam lima tahap yang berbeda, diantaranya:
1.       Tahap Pembentukan ( forming )
memiliki karakteristik besarnya ketidakpastian atas tujuan, struktur, dan kepimimpinan kelompok tersebut. Para anggotanya “menguji kedalaman air ” untuk menentukan jenis – jenis perilaku yang dapat diterima. Tahap ini selesai ketika para anggotanya mulai menganggap diri mereka sebagai bagian dari kelompok.
2.       Tahap Timbulnya konflik ( storming stage )
satu dari konflik intrakelompok. Para anggotanya menerima keberadaan kelompok tersebut, tetapi terdapat penolakan terhadap batasan – batasan yang diterapkan kelompok terhadap setiap individu. Ketika tahap ini selesai, terdapat sebuah hierarki yang relatif jelas atas kepemimpinan dalam kelompok tersebut.
3.       Tahap Normalisasi ( norming stage )
tahap di mana hubungan yang dekat terbentuk dan kelompok tersebut menunjukkan kekohesifan. Dalam tahap ini terbentuk sebuah rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan. Tahap ini selesai ketika struktur kelompok tersebut menjadi solid dan kelompok telah mengasimilasi serangkaian ekspektasiumum definisi yang benar atas perilaku organisasi.
4.       Tahap Berkinerja ( performing )
tahap di mana struktur telah sepehunya fungsional dan diterima. Energi kelompok telah berpindah dari saling mengenal dan memahami menjadi mengerjakan tugas yang ada.
5.       Tahap Pembubaran ( adjourning stage )
Dalam tahap ini, kelompok tersebut mempersiapkan diri untuk pembubarannya. Kinerja tugas yang tinggi tidak lagi menjadi prioritas tertinggi kelompok. Sebagai gantinya, perhatian diarahkan untuk menyelesaikan aktivitas – aktivitas.

III. PEMBAHASAN KASUS
                Kasus tersebut masuk ke dalam kelompok informal yaitu kelompok kepentingan (interest group) yaitu terbentuk kelompok karena sama-sama menyukai dance. Kelompok ini tidak terikat jadi sebenarnya anggota dapat masuk atau keluar dari group tersebut. Dari contoh kasus diatas jika tidak ingin terjadi loss contact antara anggota kelompok seharusnya saat ada yang ingin masuk ke dalam group lebih baik di data biodata / profilenya.

IV. KESIMPULAN
Perilaku kelompok merupakan respon – respon anggota kelompok terhadap struktur sosial kelompok dan norma yang diadopsinya. Jadi ketika sebuah kelompok memasuki dunia organisasi maka karateristik yang dibawanya adalah kemampuan, kepercayaan pribadi, penghargaan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya. Banyak teori yang mengembangkan suatu anggapan mengenai awal mula terbentuknya kelompok. Mulai dari anggapan adanya kedekatan ruang kerja maupun tempat tinggal mereka, sampai kepada alasan-alasan praktis.
Di dalam suatu kelompok yang sebenarnya, para anggota mempertimbangkan diri mereka sendiri dan bergantung satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan umum, dan mereka saling berhubungan satu dengan yang lain secara teratur untuk mengejar tujuannya atas dukungan dalam suatu periode waktu


                                                 DAFTAR PUSTAKA

http://matirah.blogspot.co.id/2015/04/perilaku-organisasi-dasar-dasar.html
http://jarkasihishaq.blogspot.co.id/2009/05/dasar-dasar-perilaku-kelompok-1.html
thoposthink02.blogspot.co.id/2014/02/makalah-prilaku-organisasi.html
http://alfizargoblinz.blogspot.co.id/2012/04/contoh-contoh-kasus-dalam-perilaku.html

Sabtu, 03 Oktober 2015

Konsep Motivasi




I. CONTOH KASUS
Ketika saya berada dikampus, saya pernah merasakan rasa lapar dan haus. Ketika itu posisi saya hampir jam mata kuliah selesai,jadi saya tahankan rasa lapar dan haus tersebut. Begitu jam mata kuliah selesai, saya langsung terburu-buru untuk pulang kekost, ketika saya dijalan saya melihat ada seorang anak SMP makan bakso bakar didalam angkutan umum dan rasa lapar itu pun memburu didalam hati saya, yang ada difikiran saya saat itu adalah begitu saya sampai langsung saya hajar itu makanan. Akhirnya  sampai juga  dikostan saya, saya tidak pulang kekost akan tetapi singgah ke pajus(kost saya dekat pajus) langsung lah saya beli  bakso bakar beserta teh poci karena bakso bakar merupakan makanan favorit dan menjadi objek yang pertama kali saya lihat ketika rasa lapar dan haus itu melanda makanya langsung saya beli bakso bakarnya. Dan akhirnya waaah rasa haus dan lapar pun akhirnya berubah menjadi kenyang.

II. TEORI
Motivasi (motivation) memiliki definisi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dari motivasi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Intensitas berhubungan dengan seberapa giat seseorang berusaha. Arah berhubungan dengan pengaitan upaya kepada arah dan tujuan yang menguntungkan organisasi, dan mempertimbangkan kualitas serta intensitas upaya secara bersamaan. Ketekunan merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya.
Berkaitan dengan definisi motivasi yang telah disebutkan di atas, berikut adalah elemen kunci dalam motivasi :
Ø  Intensitas (intensity)
Fokus kepada seberapa besar atau karena usaha seseorang untuk mencoba mencapai sesuatu dalam hidupnya.
Ø  Arahan (direction)
Usaha yang sudah ada dan sudah dilakukan, diarahkan ke suatu tujuan, misalnya tujuan organisasi.
Ø  Kegigihan (persistence)
Elemen ini, fokus kepada seberapa lama seseorang dapat mempertahankan upaya atau usahanya.
                Berikut ini merupakan beberapa teori-teori motivasi :
·         Teori Hirarki Kebutuhan
Abraham Maslow menghipotesiskan adanya lima jenjang kebutuhan dalam diri semua manusia, yaitu dimulai dari kebutuhan psikologis, keamanan, social, penghargaan, dan yang paling tinggi, aktualisasi diri. Teori ini mengatakan bahwa setelah tiap teori dibawahnya terpuaskan, maka masing-masing teori diatasnya akan menjadi kebutuhan dominan. Sementara motivasi untuk kebutuhan yang telah cukup terpuaskan tidak ada lagi.
·         Teori X dan Teori Y
Dikemukakan oleh Douglas McGregor, dimana Teori X mengandaikan bahwa karyawan tidak menyukai kerja, malas, tidak menyukai tanggung jawab, dan harus dipaksa agar berprestasi. Sementara Teori Y mengandaikan bahwa karyawan menyukai kerja, kreatif, berusaha bertanggung jawab, dan dapat menjalankan pengarahan diri.
·         Teori Dua Faktor
Dikemukakan oleh Frederick Herzberg, dimana ada faktor-faktor intrinsik yang berhubungan dengan kepuasan kerja (prestasi, pengakuan kerja, tanggung jawab, kemajuan, pertumbuhan) dan faktor-faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan ketidakpuasan kerja (kebijakan dan pimpinan perusahaan, penyeliaan, hubungan antarpribadi, dan kondisi kerja). Disebutkan bahwa ada faktor hygiene seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyeliaan, dan gaji yang, bila memadai dalam pekerjaan, menentramkan pekerja. Bila tidak memadai, maka orang-orang akan tidak terpuaskan.
·         Teori kebutuhan McClelland
Dikemukakan oleh david McClelland dan kawan-kawannya, teori ini berfokus pada tiga kebutuhan, yaitu :
a     Kebutuhan pencapaian : Dorongan untuk melebihi mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.
b     Kebutuhan kekuatan : Kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
c    Kebutuhan hubungan : Keinginan untuk menjalin suatu hubungan antar personal yang ramah dan akrab.

III. PEMBAHASAN KASUS DALAM TEORI
Dalam teori-teori motivasi diatas tersebut, kasus saya termasuk dalam teori hirarki kebutuhan maslow yaitu kebutuhan biologis/psikologis, dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja tetapi termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.

IV. KESIMPULAN
Motivasi adalah keadaan individu yang terangsang yang terjadi jika suatu motif telahdihubungkan dengan suatu pengharapan yang sesuai. Sedangkan motif adalah segaladaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif tidak dapat dilihat begitusaja dari perilaku seseorang karena motif tidak selalu seperti yang tampak, bahkankadang-kadang berlawanan dari yang tampak. Dari tujuan-tujuan yang tidak selalu disadariini, kita dipaksa menghadapi seluruh persoalan motivasi yang tidak disadari itu. Karena teori motivasi yang sehat tidak membenarkan pengabaian terhadap kehidupan tidak sadar.


DAFTAR PUSTAKA

http://industri20intoharyanto.blogspot.co.id/2013/10/konsep-konsep-motivasi.html
https://erika0391989.wordpress.com/perilaku-organisasi/
http://hamdanial.blogspot.co.id/2012/11/makalah-teori-motivasi.html
http://11018rika.blogspot.co.id/2012/04/contoh-kasus-motivasi.html